GOW WONOSOBO SOSIALISASIKAN PENTINGNYA KESEHATAN MENTAL DI SEKOLAH

 

 

Wonosobo, 13 Oktober 2026 - Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui kegiatan Sosialisasi Kesehatan Mental di Sekolah yang dirangkai dengan penyaluran bantuan pendidikan dari Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) Wonosobo. Kegiatan ini menyasar 70 siswa sekolah dasar dari 10 SD di Kabupaten Wonosobo yang membutuhkan dukungan pendidikan dan perhatian bersama.

Program ini hadir sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan mental anak yang menjadi fondasi penting dalam proses belajar, pembentukan karakter, dan kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, anak-anak membutuhkan lingkungan yang mendukung kesehatan mental agar dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, tangguh, dan berprestasi.

Ketua Umum GOW Kabupaten Wonosobo, Dra. Hj. Maya Rosida, M.M, menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesehatan mental anak harus menjadi tanggung jawab bersama, baik oleh keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

"Kesehatan mental yang baik akan membantu anak-anak tumbuh dengan bahagia, memiliki rasa percaya diri, mampu berinteraksi dengan lingkungan secara positif, serta memiliki semangat untuk meraih cita-citanya. Oleh karena itu, kita semua harus hadir untuk mendampingi mereka, mendengarkan mereka, dan memberikan ruang yang aman untuk bertumbuh," ujarnya.

Selain kegiatan sosialisasi, bantuan pendidikan dari GNOTA Wonosobo diserahkan kepada 70 siswa dari 10 sekolah dasar sebagai bentuk dukungan nyata agar mereka dapat terus belajar dengan semangat dan optimisme.

Dalam kesempatan tersebut, Dra. Hj. Maya Rosida, M.M menyampaikan pesan yang menyentuh kepada para siswa penerima bantuan.

"Anak-anakku yang kami cintai, jangan pernah merasa sendiri dalam menggapai mimpi. Mungkin hari ini kalian menghadapi keterbatasan, tetapi ketahuilah bahwa banyak orang yang peduli dan percaya kepada kalian. Bantuan ini bukan hanya tentang materi, tetapi tentang harapan. Kami ingin kalian tetap bersekolah, terus belajar, dan berani bermimpi setinggi mungkin."

Beliau juga mengajak para orang tua dan guru untuk senantiasa memberikan dukungan emosional kepada anak-anak.

"Sering kali anak-anak tidak membutuhkan jawaban yang sempurna. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan, memahami perasaannya, dan meyakinkan bahwa mereka dicintai. Dari rumah dan sekolah yang penuh kasih sayang, akan lahir generasi yang kuat secara mental dan mulia akhlaknya."

Melalui kegiatan ini, GOW Kabupaten Wonosobo berharap semakin meningkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental anak sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pendidikan bagi generasi penerus bangsa.

Program ini juga menjadi pengingat bahwa membangun masa depan anak tidak hanya melalui pemenuhan kebutuhan pendidikan semata, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesehatan mental, rasa aman, dan kasih sayang yang mereka terima setiap hari.

"Setiap anak berhak memiliki harapan, kesempatan, dan masa depan yang cerah. Ketika kita membantu satu anak untuk terus melangkah, sesungguhnya kita sedang menyiapkan masa depan bangsa yang lebih baik," tutup Dra. Hj. Maya Rosida, M.M.




Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo terus berkomitmen mendukung terwujudnya keluarga yang berkualitas, perempuan yang berdaya, serta generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter melalui berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

#GOW Wonosobo #Maya Rosida

Pentingnya Perempuan Harus Berdaya

 

Dra. Hj. Maya Rosida, M.M Ketua Umum GOW


Perempuan Berdaya, Pilar Kemajuan Bangsa

Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa. Tidak hanya sebagai ibu dan pendidik pertama bagi anak-anaknya, perempuan juga berkontribusi dalam bidang ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, bahkan politik. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menciptakan masyarakat yang maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, serta kemampuan untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi dirinya, keluarga, dan lingkungannya. Ketika perempuan berdaya, maka keluarga menjadi lebih kuat, masyarakat menjadi lebih produktif, dan pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan.

Untuk memahami pentingnya pemberdayaan perempuan secara lebih komprehensif, dapat dilakukan melalui analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).


Perempuan memiliki berbagai kekuatan alami maupun sosial yang menjadi modal penting dalam pembangunan.

a. Kemampuan Multiperan

Perempuan mampu menjalankan berbagai peran sekaligus, baik sebagai ibu, istri, pengelola rumah tangga, profesional, maupun pemimpin organisasi.

b. Kecerdasan Emosional Tinggi

Perempuan umumnya memiliki kepekaan sosial dan kemampuan komunikasi yang baik sehingga mampu membangun hubungan yang harmonis dan menyelesaikan berbagai persoalan dengan pendekatan yang lebih humanis.

c. Agen Pendidikan Keluarga

Sebagai sekolah pertama bagi anak-anak, perempuan memiliki peran besar dalam membentuk karakter, moral, dan kualitas generasi penerus.

d. Semangat Gotong Royong dan Kepedulian Sosial

Banyak kegiatan sosial, kemanusiaan, kesehatan, dan pendidikan yang digerakkan oleh perempuan melalui organisasi kemasyarakatan.


Meski memiliki banyak potensi, masih terdapat beberapa kendala yang perlu diatasi.

a. Rendahnya Kepercayaan Diri Sebagian Perempuan

Masih banyak perempuan yang merasa tidak memiliki kemampuan atau kesempatan yang sama untuk tampil sebagai pemimpin dan pengambil keputusan.

b. Beban Ganda

Perempuan sering menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan peran domestik dan peran publik yang dijalankannya.

c. Keterbatasan Akses Pendidikan dan Keterampilan

Di beberapa wilayah, perempuan masih memiliki akses yang lebih terbatas terhadap pendidikan, pelatihan, dan teknologi.

d. Ketergantungan Ekonomi

Sebagian perempuan masih bergantung pada pendapatan keluarga sehingga ruang geraknya dalam mengambil keputusan menjadi terbatas.


Saat ini terdapat banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas perempuan.

a. Kemajuan Teknologi Digital

Internet dan media sosial membuka peluang bagi perempuan untuk belajar, berwirausaha, memasarkan produk, dan membangun jaringan usaha tanpa batas wilayah.

b. Dukungan Kebijakan Pemerintah

Berbagai program pemberdayaan perempuan, UMKM, pelatihan keterampilan, serta perlindungan perempuan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang.

c. Tumbuhnya Ekonomi Kreatif

Banyak sektor usaha yang sangat cocok dikembangkan oleh perempuan, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, pertanian keluarga, hingga industri kreatif berbasis digital.

d. Meningkatnya Kesadaran Kesetaraan Gender

Masyarakat semakin memahami pentingnya memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.


Terdapat pula sejumlah tantangan yang perlu dihadapi secara bersama.

a. Budaya Patriarki yang Masih Kuat

Di beberapa lingkungan, perempuan masih dipandang hanya berperan di ranah domestik sehingga membatasi potensi yang dimiliki.

b. Kekerasan dan Diskriminasi

Kasus kekerasan terhadap perempuan serta diskriminasi di dunia kerja maupun kehidupan sosial masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian serius.

c. Persaingan Global

Perkembangan teknologi dan pasar kerja menuntut perempuan untuk terus meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal.

d. Penyalahgunaan Teknologi Digital

Perempuan rentan menjadi korban penipuan digital, perundungan siber, maupun penyebaran informasi yang menyesatkan.


Strategi Mewujudkan Perempuan Berdaya

Berdasarkan analisis SWOT tersebut, terdapat beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan:

  1. Meningkatkan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi perempuan.
  2. Memperkuat literasi digital untuk menghadapi perkembangan teknologi.
  3. Mendorong kemandirian ekonomi melalui pengembangan UMKM dan kewirausahaan.
  4. Membangun rasa percaya diri dan kapasitas kepemimpinan perempuan.
  5. Menguatkan jejaring organisasi perempuan sebagai sarana belajar dan berbagi pengalaman.
  6. Menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan bebas diskriminasi.

Penutup

Pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang meningkatkan posisi perempuan, tetapi juga tentang memperkuat kualitas keluarga, masyarakat, dan bangsa. Perempuan yang berdaya akan melahirkan generasi yang berkualitas, keluarga yang tangguh, serta komunitas yang lebih sejahtera.

Seperti kata bijak yang sering disampaikan dalam berbagai gerakan perempuan, "Ketika seorang perempuan menjadi kuat, bukan hanya dirinya yang tumbuh, tetapi seluruh lingkungan di sekitarnya ikut berkembang." Oleh karena itu, investasi terbaik bagi masa depan adalah memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan bagi perempuan untuk terus belajar, berkarya, dan mengambil peran dalam pembangunan.

Perempuan berdaya bukan sekadar tujuan, melainkan kunci menuju kemajuan bangsa yang berkelanjutan.

#GOW Wonosobo #Maya Rosida #Pemberdayaan Perempuan  

Mengapa Kesehatan Mental Remaja Itu Penting? (Dan Cara Menjaganya di Tengah Tekanan)

 



Pernahkah kamu merasa lelah secara emosional padahal tidak sedang melakukan aktivitas fisik yang berat? Atau merasa pikiranmu terlalu penuh sampai bingung harus mulai dari mana?

Masa remaja sering kali disebut-sebut sebagai masa yang paling seru dan penuh kebebasan. Namun, di balik foto-foto ceria di media sosial atau tawa bersama teman di sekolah, tidak sedikit remaja yang diam-diam sedang berjuang dengan "badai" di dalam pikirannya sendiri.

Tuntutan nilai sekolah, ekspektasi orang tua, krisis percaya diri, hingga drama pertemanan bisa menjadi beban yang cukup berat. Oleh karena itu, mari kita bicara jujur tentang satu hal yang sangat vital namun sering terabaikan: Kesehatan Mental Remaja.

Kesehatan Mental = Kesehatan Fisik

Sama seperti tubuh yang bisa demam saat kelelahan, pikiran dan perasaan kita juga bisa "sakit" ketika terus-menerus mendapat beban berlebih.

Kesehatan mental bukan cuma soal "bebas dari gangguan jiwa", melainkan bagaimana kita bisa mengelola stres, berhubungan baik dengan orang lain, serta mengambil keputusan saat situasi tidak berjalan sesuai rencana.

4 Badai Utama yang Sering Menerpa Remaja

Kenapa sih menjaga kesehatan mental di usia remaja itu terasa penuh tantangan? Beberapa pemicu utamanya meliputi:

  1. Ekspektasi & Tekanan Akademis: Rasa takut gagal dan dorongan untuk selalu memenuhi harapan lingkungan sekitar.

  2. Jebakan Media Sosial (Social Comparison): Terlalu sering membandingkan hidup sendiri dengan sorotan terbaik (highlight reel) orang lain yang memicu FOMO dan body dissatisfaction.

  3. Perubahan Hormonal & Emosi: Naik-turunnya suasana hati (mood swings) yang terkadang sulit untuk dipahami sendiri.

  4. Perasaan Tidak Didengar: Rasa cemas bahwa tidak ada orang dewasa atau teman yang benar-benar memahami apa yang sedang dialami.

5 Langkah Sederhana Rawat Mental Kamu Hari Ini

Jika kamu sedang merasa overwhelmed, berikut beberapa hal praktis yang bisa kamu coba:

  • Validasi Perasaanmu sendiri: Tidak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja. Mengakui bahwa kamu sedang sedih, marah, atau cemas adalah langkah pertama untuk bisa pulih.

  • Cari Support System yang Aman: Berbagilah cerita dengan orang yang kamu percayai—sahabat, orang tua, atau guru konseling. Meminta bantuan bukan tanda lemah, melainkan tanda keberanian.

  • Lakukan Digital Detox Berkala: Ambil jeda dari media sosial jika linimasa mulai membuatmu merasa cemas, kurang percaya diri, atau burnout.

  • Luapkan Lewat Hobi: Tulis jurnal, dengarkan musik, berolahraga, atau lakukan hal kreatif yang kamu sukai tanpa mengkhawatirkan hasil akhirnya.

  • Jaga Pola Tidur & Istirahat: Tubuh yang kurang tidur akan jauh lebih rentan terhadap stres dan kecemasan emosional.

Pesan untuk Orang Tua dan Orang Dewasa di Sekitar Remaja

Bagi para orang tua, guru, dan pendidik, hal terbesar yang sangat dibutuhkan oleh remaja bukanlah rentetan nasihat panjang lebar secara instan. Mereka hanya membutuhkan ruang yang aman untuk didengar.

Mendengarkan tanpa langsung menghakimi atau membandingkan dengan masa lalu adalah hadiah terbaik untuk kesehatan mental mereka.

Kesimpulan

Kesehatan mental bukanlah tujuan akhir yang sekali dicapai lalu selesai, melainkan sebuah perjalanan harian. Jangan ragu untuk berhenti sejenak dan bernapas. Kamu berharga, dan perasaanmu valid.

Finansial Terbatas, Cinta Berkualitas: Panduan Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga



Membangun rumah tangga yang bahagia di tengah berbagai keterbatasan—baik ekonomi, fasilitas, maupun kesempatan—bukanlah hal yang mustahil. Kebahagiaan sebuah keluarga sejatinya tidak diukur dari seberapa mewah rumah yang ditempati atau seberapa melimpah harta yang dimiliki, melainkan dari kedalaman hubungan, rasa saling menghargai, dan kedamaian di dalamnya.

Berikut adalah beberapa kiat dan fondasi penting untuk meraih kebahagiaan rumah tangga, meskipun berada dalam serba keterbatasan:

1. Menjadikan Syukur dan Ketenangan Hati sebagai Fondasi

Keterbatasan materi sering kali terasa berat jika terus dibandingkan dengan kehidupan orang lain. Kebahagiaan dimulai ketika pasangan belajar menerima kondisi saat ini dengan lapang dada tanpa kehilangan semangat untuk bertumbuh.

  • Fokus pada Apa yang Dimiliki: Mengalihkan perhatian dari apa yang belum ada menuju hal-hal kecil yang patut disyukuri setiap hari (kesehatan, kebersamaan, atau tawa anak-anak).

  • Menghindari Perbandingan: Setiap keluarga memiliki jalan dan perjuangannya masing-masing. Membandingkan diri dengan orang lain hanya akan mengikis keharmonisan.

2. Komunikasi Transparan dan Saling Mendukung

Ketika sumber daya terbatas, kerja sama tim yang solid antara suami dan istri menjadi kunci utama.

  • Jujur dan Terbuka tentang Keuangan: Mengelola anggaran bersama secara terbuka dapat mencegah kecurigaan dan salah paham.

  • Saling Menguatkan saat Sulit: Menghadapi masalah sebagai tim ("kita melawan masalah") alih-alih saling menyalahkan ("kamu yang salah").

3. Menciptakan Momen Bahagia Tanpa Biaya Besar

Kebahagiaan tidak selalu membutuhkan biaya. Kehadiran yang berkualitas (quality time) sering kali jauh lebih berharga daripada materi.

  • Makan Bersama dan Berbagi Cerita: Meluangkan waktu sejenak di meja makan atau ruang keluarga untuk mendengarkan satu sama lain.

  • Aktivitas Sederhana Bersama: Berjalan-jalan sore, bermain bersama anak-anak di rumah, atau sekadar menikmati teh hangat bersama di malam hari.

4. Menjaga Kebijaksanaan dalam Mengelola Rezeki

Mengatur keuangan dengan bijak di tengah keterbatasan membantu mengurangi tingkat stres dalam rumah tangga.

  • Membedakan Kebutuhan dan Keinginan: Memprioritaskan hal-hal pokok seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.

  • Saling Menghargai Usaha Pasangan: Memberikan apresiasi atas sekecil apa pun usaha yang dilakukan pasangan untuk keluarga.

5. Menjaga Kedekatan Spiritual dan Doa

Landasan spiritual memberikan kedamaian batin dan kekuatan saat menghadapi masa-masa sulit.

  • Berdoa dan Beribadah Bersama: Menjadikan ibadah bersama sebagai sarana mempererat ikatan batin dan memohon keberkahan dalam keluarga.

  • Meyakini Setiap Kesulitan Ada Jalan Keluar: Menanamkan rasa optimisme bahwa keterbatasan saat ini adalah proses yang bisa dilalui bersama.

Catatan: Kebahagiaan rumah tangga bukanlah tentang hidup tanpa masalah atau tanpa kekurangan, melainkan tentang bagaimana dua orang saling menggenggam tangan untuk melewatinya bersama.

Ada banyak ide praktis dan kreatif yang bisa diterapkan langsung untuk menjaga kehangatan serta kebahagiaan rumah tangga di tengah keterbatasan. Ide-ide ini berfokus pada kebersamaan, efisiensi, dan keharmonisan emosional:

1. Ide Aktivitas Kebersamaan (Murah tapi Berkesan)

  • Malam Cerita dan Refleksi Keluarga: Luangkan satu malam dalam seminggu tanpa gadget. Ajak pasangan dan anak-anak berbagi cerita lucu, kenangan masa lalu, atau hal yang paling disyukuri minggu ini.

  • Piknik Sederhana di Rumah/Taman Dekat Rumah: Buat bekal sederhana dari dapur, lalu gelar tikar di teras rumah, halaman, atau taman publik terdekat. Suasana baru akan menyegarkan pikiran tanpa keluar biaya besar.

  • Bioskop Mini ala Rumah: Putar film favorit keluarga di rumah, matikan lampu ruangan, dan siapkan camilan buatan sendiri seperti pop corn atau singkong goreng.

  • Proyek DIY (Kreativitas Bersama): Memperbaiki barang rumah tangga bersama, membuat kerajinan dari bahan bekas bersama anak, atau menata ulang tata letak furnitur rumah agar suasana terasa segar.

2. Ide Efisiensi & Kerja Sama Rumah Tangga

  • Papan Impian & Target Bersama (Vision Board): Buat papan atau catatan target bersama (misalnya: tabungan impian, rencana perbaikan rumah, atau cita-cita anak). Memiliki tujuan bersama membuat pasangan merasa berjalan di jalur yang sama.

  • Sistem Food Prep dan Masak Bersama: Merencanakan menu mingguan dan memasak bersama. Selain hemat, aktivitas memasak bersama bisa jadi momen quality time dan membangun rasa saling bantu.

  • Pembagian Peran yang Adil dan Fleksibel: Buat kesepakatan kecil tentang tugas rumah tangga. Ketika satu sama lain saling meringankan beban harian, rasa lelah tidak akan berubah menjadi kekesalan.

3. Ide Memelihara Keharmonisan Pasangan

  • Kencan Sederhana (Micro-Date): Kencan tidak harus ke restoran mahal. Nikmati kopi atau teh hangat bersama di teras saat anak-anak sudah tidur, sambil mengobrol santai tanpa membahas masalah berat.

  • "Kotak Apresiasi": Sediakan satu toples atau kotak kecil. Tuliskan ucapan terima kasih atau pujian kecil di kertas untuk pasangan (misalnya: "Terima kasih ya sudah bantu cuci piring tadi"), lalu masukkan ke kotak tersebut untuk dibaca bersama di akhir bulan.

  • Bahasa Cinta Gratis (Sentuhan & Kata-kata): Pelukan hangat saat menyambut pasangan pulang, genggaman tangan, serta ucapan "terima kasih" dan "semangat ya" adalah investasi emosional tanpa biaya yang dampaknya sangat besar.

 

Renungan tentang Pernikahan dan Perceraian

 

UPIPA WONOSOBO



Pernikahan yang langgeng bukanlah pernikahan yang tidak pernah mengalami masalah, melainkan pernikahan yang diisi oleh dua orang yang terus belajar memahami, memperbaiki diri, dan saling menguatkan dalam setiap keadaan.

Sebagaimana sebuah ungkapan bijak mengatakan:

"Pernikahan akan bertahan selama pasangan masih saling berbuat baik dan saling memaafkan. Karena setiap manusia pasti pernah melukai, tetapi cinta yang dewasa selalu memberi ruang untuk memperbaiki."

Tidak ada rumah tangga yang sempurna. Perbedaan pendapat, kekecewaan, dan konflik adalah bagian dari perjalanan hidup bersama. Namun, selama masih ada niat untuk mendengarkan, memahami, dan memaafkan, maka harapan untuk mempertahankan keluarga akan selalu terbuka.

Ada pula sebuah nasihat yang patut direnungkan:

"Kebahagiaan rumah tangga bukan berasal dari menemukan pasangan yang sempurna, tetapi dari kesediaan dua orang yang tidak sempurna untuk saling menerima dan bertumbuh bersama."

Ketika amarah datang, komunikasi sering kali terputus. Ketika ego lebih diutamakan, jarak semakin melebar. Sebaliknya, ketika pasangan memilih untuk berdialog dengan hati yang tenang, banyak persoalan yang semula tampak besar dapat ditemukan jalan keluarnya.

"Cinta tidak selalu tentang siapa yang benar dan siapa yang salah, tetapi tentang siapa yang tetap memilih bertahan, memperbaiki, dan menjaga ketika keadaan tidak mudah."

Namun demikian, mempertahankan pernikahan bukan berarti membiarkan diri berada dalam situasi yang membahayakan. Apabila terdapat kekerasan, penelantaran, atau ancaman terhadap keselamatan, maka perlindungan diri dan anak-anak harus menjadi prioritas utama.

Karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk berpisah, berikan kesempatan bagi komunikasi, mediasi, dan konseling untuk bekerja. Tidak sedikit rumah tangga yang berhasil pulih karena kedua belah pihak bersedia membuka hati dan memperbaiki hubungan.

"Jangan membuat keputusan permanen karena masalah yang mungkin bersifat sementara."

"Maaf bukan tanda kalah, tetapi tanda bahwa keutuhan keluarga lebih penting daripada kemenangan ego."

"Rumah tangga yang kuat dibangun bukan oleh pasangan yang sempurna, melainkan oleh pasangan yang setiap hari memilih untuk tetap saling menghargai."

Pada akhirnya, perceraian memang diperbolehkan ketika seluruh jalan perbaikan telah ditempuh dan kehidupan bersama tidak lagi dapat dipertahankan secara sehat dan bermartabat. Namun selama masih ada kesempatan untuk berdialog, memperbaiki, dan saling memaafkan, maka menjaga keutuhan keluarga tetap menjadi pilihan yang patut diupayakan.

"Perceraian boleh menjadi jalan keluar, tetapi jangan biarkan ia menjadi jalan yang dipilih terlalu cepat. Sebab sering kali, keluarga bertahan bukan karena tidak ada masalah, melainkan karena ada cinta, kesabaran, kebaikan, dan maaf yang selalu diperbarui setiap hari."

PERCERAIAN ADALAH PILIHAN TERAKHIR

 

UPIPA GOW WONOSOBO



Pernikahan merupakan ikatan suci yang dibangun atas dasar cinta, komitmen, rasa saling menghormati, dan tanggung jawab. Setiap pasangan yang memasuki gerbang rumah tangga tentu berharap dapat menjalani kehidupan bersama dengan bahagia hingga akhir hayat. Namun dalam perjalanan kehidupan, tidak semua keluarga mampu melewati berbagai tantangan yang datang. Perbedaan karakter, persoalan ekonomi, kurangnya komunikasi, perselingkuhan, hingga kekerasan dalam rumah tangga sering kali menjadi sumber konflik yang dapat mengancam keutuhan keluarga.

Dalam situasi demikian, perceraian sering dianggap sebagai jalan keluar. Padahal, perceraian bukanlah solusi pertama yang harus dipilih ketika persoalan rumah tangga muncul. Perceraian seharusnya menjadi pilihan terakhir setelah berbagai upaya perbaikan hubungan, komunikasi, mediasi, dan konseling dilakukan secara sungguh-sungguh.

Data menunjukkan bahwa angka perceraian di Indonesia masih tergolong tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 394.608 kasus perceraian terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2024. Salah satu penyebab terbesar adalah perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus, yang mencapai lebih dari 251 ribu kasus. Faktor ekonomi juga menjadi penyebab dominan dengan sekitar 100 ribu kasus, disusul oleh salah satu pihak yang meninggalkan pasangan, kekerasan dalam rumah tangga, perjudian, dan berbagai faktor lainnya. 

Angka tersebut memberikan gambaran bahwa banyak rumah tangga berakhir bukan semata-mata karena satu masalah besar, melainkan akumulasi persoalan yang tidak terselesaikan dengan baik. Kurangnya komunikasi yang sehat sering menjadi awal munculnya kesalahpahaman yang berujung pada konflik berkepanjangan.

Di Kabupaten Wonosobo, fenomena perceraian juga menjadi perhatian serius. Pengadilan Agama Wonosobo mencatat sekitar 2.635 pengajuan perkara perceraian sepanjang tahun 2024. Pada tahun berikutnya bahkan terjadi peningkatan jumlah perkara menjadi 2.815 kasus. Faktor ekonomi masih menjadi penyebab utama perceraian, disusul perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan munculnya kasus yang dipicu oleh perjudian daring (judi online). 

Tingginya angka perceraian tentu membawa dampak yang luas. Bukan hanya bagi pasangan suami istri, tetapi juga bagi anak-anak, keluarga besar, serta lingkungan sosial. Anak-anak yang mengalami perceraian orang tua sering menghadapi perubahan emosional yang berat, penurunan rasa aman, kesulitan belajar, bahkan masalah psikologis yang dapat berpengaruh hingga masa dewasa. Oleh karena itu, setiap keputusan yang berkaitan dengan kelangsungan rumah tangga perlu dipertimbangkan secara matang dan bertanggung jawab.

Meski demikian, penting dipahami bahwa mempertahankan pernikahan bukan berarti harus bertahan dalam situasi yang membahayakan. Dalam kondisi terdapat kekerasan fisik, kekerasan psikis, ancaman keselamatan, atau tindakan yang merendahkan martabat manusia, keselamatan dan perlindungan diri harus menjadi prioritas utama. Tidak seorang pun berhak menjadi korban kekerasan atas nama mempertahankan rumah tangga.

Karena itu, sebelum mengambil keputusan bercerai, beberapa langkah dapat diupayakan:

  1. Membiasakan komunikasi yang jujur, terbuka, dan penuh penghormatan.
  2. Mencari akar masalah secara bersama-sama tanpa saling menyalahkan.
  3. Melibatkan keluarga yang bijaksana sebagai penengah apabila diperlukan.
  4. Mengikuti konseling keluarga atau konsultasi dengan tenaga profesional.
  5. Memanfaatkan layanan pendampingan perempuan dan anak yang tersedia di daerah.
  6. Mengutamakan kepentingan dan masa depan anak dalam setiap keputusan.

Perceraian memang merupakan hak setiap pasangan yang menghadapi jalan buntu dalam rumah tangga. Namun keputusan tersebut hendaknya diambil secara dewasa, penuh pertimbangan, dan setelah seluruh upaya perbaikan dilakukan. Masyarakat perlu membangun budaya dialog, saling mendengarkan, dan menyelesaikan konflik secara sehat agar keluarga tetap menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

Melalui edukasi keluarga yang berkelanjutan, penguatan nilai-nilai keluarga, peningkatan ketahanan ekonomi rumah tangga, serta layanan konseling yang mudah diakses, diharapkan angka perceraian dapat ditekan dan kualitas kehidupan keluarga di Indonesia maupun Kabupaten Wonosobo semakin baik.

Mari utamakan komunikasi, konseling, dan keselamatan dalam setiap keputusan. Perceraian bukanlah langkah pertama, melainkan pilihan terakhir ketika semua jalan perbaikan telah diupayakan dan tidak lagi memungkinkan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga secara sehat dan bermartabat.

#UPIPA #UPIPAGOW #PERCERAIAN #WONOSOBO #KEKERASAN

Peringati Hari Internasional Tanpa Kekerasan: Serukan Penghentian Segala Bentuk Kekerasan

 

UPIPA GOW Wonosobo 



WONOSOBO, 9 Oktober 2026 — Memperingati Hari Internasional Tanpa Kekerasan (International Day of Non-Violence) yang jatuh tepat pada tanggal 2 Oktober, Unit Pelayanan Informasi Perempuan dan Anak (UPIPA) Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo mengeluarkan seruan moral yang tegas kepada seluruh lapisan masyarakat.

Peringatan ini menjadi momentum refleksi bersama, terutama di tengah keprihatinan mendalam atas masih tingginya angka kasus kekerasan—baik terhadap perempuan, anak, maupun dalam ranah rumah tangga—yang terjadi di Kabupaten Wonosobo.

Ketua UPIPA GOW Wonosobo menyatakan bahwa Hari Tanpa Kekerasan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa budaya kekerasan harus diputus dari akar rumput.

"Kekerasan bukanlah jalan keluar dari masalah apa pun. Di Wonosobo, kita masih dihadapkan pada pekerjaan rumah yang besar. Masih banyak kasus kekerasan yang terjadi di sekitar kita, yang sering kali tersembunyi di balik tembok rumah tangga atau luput dari perhatian publik. Hari ini, kita menyatukan suara untuk mengatakan: cukup sudah kekerasan terjadi di Wonosobo," 

Sebagai organisasi yang mewadahi peran aktif perempuan dan keluarga, UPIPA GOW Wonosobo menyoroti beberapa poin krusial dalam rilis ini:

  • Pemberdayaan Korban dan Ruang Aman: Mendorong peningkatan akses layanan pengaduan yang ramah korban, serta memastikan pendampingan psikologis dan hukum yang inklusif dan responsif bagi korban kekerasan di Wonosobo.

  • Penguatan Ketahanan Keluarga: Mengingat keluarga adalah benteng pertama pencegahan kekerasan, edukasi mengenai komunikasi yang sehat, pola pengasuhan tanpa kekerasan (positive parenting), dan penyelesaian konflik secara damai harus digencarkan hingga tingkat desa.

  • Kolaborasi Lintas Sektor: Mengajak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan perlindungan UPTD PPPA, masyarakat, dan media untuk bersinergi menciptakan sistem perlindungan sosial yang proaktif dan tanpa kompromi terhadap pelaku kekerasan.

  • Budaya Melapor: Mengimbau masyarakat Wonosobo agar tidak bersikap abai atau ragu untuk melapor jika mengetahui atau mendengarkan adanya tindak kekerasan di lingkungan sekitar mereka.

UPIPA GOW Wonosobo percaya bahwa perdamaian dan peradaban yang bermartabat harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat. Dengan semangat Hari Tanpa Kekerasan, mari kita wujudkan Wonosobo yang aman, damai, ramah perempuan, dan peduli anak.

Narahubung Media:

Sekretariat UPIPA GOW Kabupaten Wonosobo Jl. Merdeka No. 08 Wonosobo

Email: upipagow@gmail.com

Wa. 081237540060

Diberdayakan oleh Blogger.
 
 
Copyright © 2013 UPIPA GOW WONOSOBO - All Rights Reserved
Design By QVAA VEER KHAN - Powered By Blogger