![]() |
| Dra. Hj. Maya Rosida,M.M Ketua GOW |
Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas
WONOSOBO – Ketua Umum GOW Kabupaten Wonosobo, Dra. Hj. Maya Rosida, M.M., menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para santri dan seluruh keluarga besar pesantren dalam rangka memperingati Hari Santri. Menurutnya, santri memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, tidak hanya dalam perjuangan kemerdekaan, tetapi juga dalam membangun karakter, moral, dan peradaban masyarakat Indonesia.
Maya Rosida menegaskan bahwa pesantren merupakan salah satu pusat pendidikan tertua di Indonesia yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Di lingkungan pesantren, para santri tidak hanya mempelajari ilmu agama, tetapi juga dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
"Santri telah memberikan kontribusi yang sangat besar bagi bangsa ini. Dari pesantren lahir para ulama, pendidik, tokoh masyarakat, hingga pemimpin nasional yang mewarnai perjalanan Indonesia. Pesantren menjadi pusat pembelajaran ilmu agama sekaligus tempat pembentukan karakter yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat," ujar Maya Rosida.
Ia menambahkan, peran santri dalam kepemimpinan nasional telah terbukti dengan hadirnya tokoh-tokoh besar yang berasal dari tradisi pesantren. Salah satunya adalah Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, yang dikenal sebagai sosok ulama, negarawan, dan pejuang kemanusiaan. Demikian pula KH Ma'ruf Amin yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia dan merupakan representasi kuat dari kalangan pesantren dalam pemerintahan nasional.
Menurut Maya Rosida, salah satu nilai utama yang tumbuh di lingkungan pesantren adalah ketulusan dalam pengabdian. Tradisi menghormati guru, hidup sederhana, gotong royong, dan semangat melayani masyarakat menjadi bekal penting bagi para santri dalam kehidupan sehari-hari.
"Pesantren mengajarkan keikhlasan. Nilai ini sangat penting di tengah kehidupan modern yang sering kali mengedepankan kepentingan pribadi. Santri tumbuh dengan semangat untuk memberi manfaat bagi orang lain, dan itulah kekuatan moral yang harus terus dipelihara," katanya.
Meski demikian, Maya Rosida mengingatkan bahwa dunia pesantren juga menghadapi tantangan besar di era modern. Munculnya sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan oknum di lingkungan pesantren harus menjadi perhatian bersama dan tidak boleh ditoleransi.
"Kita tentu prihatin ketika ada kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Namun masyarakat juga harus bijak melihat bahwa tindakan tersebut dilakukan oleh oknum dan tidak mencerminkan nilai luhur pesantren secara keseluruhan. Justru hal ini harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak, pengawasan, serta membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri," tegasnya.
Lebih lanjut, Ketua Umum GOW menilai bahwa pesantren saat ini telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menjawab tuntutan zaman. Banyak pesantren yang mulai mengembangkan berbagai program kewirausahaan guna membekali santri dengan kemampuan ekonomi dan keterampilan praktis.
Berbagai unit usaha yang berkembang di lingkungan pesantren, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perdagangan, industri kreatif, hingga pemanfaatan teknologi digital, dinilai menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan santri.
"Di masa mendatang, santri tidak hanya diharapkan menjadi ahli agama, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Jiwa kewirausahaan yang dibangun di pesantren akan melahirkan generasi yang mandiri, produktif, serta mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitarnya," jelasnya.
Pada peringatan Hari Santri tahun ini, Maya Rosida mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung perkembangan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mencetak generasi berakhlak mulia, berwawasan luas, dan mampu menjawab tantangan masa depan.
"Hari Santri adalah momentum untuk menghormati perjuangan para ulama dan santri sekaligus memperkuat komitmen kita dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, toleran, mandiri, dan berdaya saing. Santri adalah penjaga nilai-nilai keislaman sekaligus aset bangsa dalam menyongsong Indonesia yang lebih maju," pungkasnya.









