![]() |
| Dra. Hj. Maya Rosida, M.M Ketua Umum GOW |
Wonosobo 19 Oktober 2026 – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan studi tiru dari GOW Kabupaten Lombok Timur dalam rangka memperkuat sinergi dan berbagi pengalaman terkait program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, percepatan penanganan stunting, serta penguatan kemandirian perempuan sebagai fondasi kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Kunjungan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi tersebut menjadi sarana untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, serta praktik-praktik baik yang telah dijalankan masing-masing daerah dalam mendukung pembangunan perempuan dan perlindungan anak.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum GOW Wonosobo, Dra. Hj. Maya Rosida, M.M., menyampaikan selayang pandang mengenai perjalanan dan kiprah GOW Wonosobo. Beliau mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan GOW.
Menurut Maya Rosida, keberhasilan berbagai program yang dijalankan GOW tidak terlepas dari sinergi yang baik antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"GOW Wonosobo terus berupaya menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kualitas keluarga dan masyarakat. Dukungan pemerintah daerah menjadi energi besar bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan perempuan dan anak secara nyata," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa GOW Wonosobo tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga mengembangkan sejumlah unit kerja yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Salah satunya adalah UPIPA (Unit Perlindungan Ibu dan Anak) yang memberikan pendampingan dan perlindungan bagi perempuan serta anak yang membutuhkan dukungan dan penanganan.
Selain itu, GOW Wonosobo juga mengelola PAUD Al Jami' sebagai bentuk kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui pendidikan anak usia dini yang berkualitas, diharapkan lahir generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Tidak kalah penting, GOW juga mengembangkan Koperasi Pramesti sebagai wadah penguatan ekonomi perempuan. Melalui koperasi tersebut, anggota didorong untuk meningkatkan kapasitas ekonomi, memperkuat kemandirian, serta membangun ketahanan keluarga.
Maya Rosida menegaskan bahwa kemandirian perempuan merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan keluarga yang sejahtera. Perempuan yang berdaya dan mandiri akan memiliki kemampuan lebih besar dalam mendukung pendidikan anak, menjaga kesehatan keluarga, serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Bupati Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya hubungan dan kerja sama antardaerah melalui kegiatan studi tiru tersebut. Menurutnya, tantangan pembangunan saat ini memerlukan kolaborasi yang kuat, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak, serta memperkuat ketahanan keluarga.
Bupati berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk saling belajar dan menginspirasi, sehingga berbagai inovasi dan program yang telah berhasil dijalankan dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah.
"Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan. Karena itu, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan penguatan ekonomi keluarga harus terus menjadi perhatian bersama. Melalui forum seperti ini, kita dapat memperluas jejaring serta memperkuat komitmen untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat," ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh GOW Wonosobo beserta Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Ia mengaku banyak mendapatkan inspirasi dari berbagai program yang telah dikembangkan GOW Wonosobo, khususnya dalam membangun lembaga yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan unit-unit kerja seperti UPIPA, PAUD Al Jami', dan Koperasi Pramesti menunjukkan bahwa organisasi perempuan dapat menjadi motor penggerak perubahan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Kami melihat banyak praktik baik yang dapat menjadi referensi untuk dikembangkan di Lombok Timur. Semoga kunjungan ini menjadi langkah awal terbangunnya komunikasi dan kerja sama yang lebih erat di masa mendatang," tuturnya.
Melalui kegiatan studi tiru ini, kedua organisasi berharap dapat memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan perempuan, anak, dan keluarga. Semangat berbagi pengalaman dan saling belajar menjadi bukti bahwa pembangunan yang inklusif dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan komitmen bersama.
"Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Ketika keluarga kuat, maka masyarakat dan daerah akan semakin sejahtera." Sebuah semangat yang menjadi benang merah dalam pertemuan dua organisasi perempuan tersebut untuk terus bergerak bersama membangun masa depan yang lebih baik"



0 comments
Posting Komentar