TIPS UNTUK MENDISIPLINKAN ANAK TANPA KEKERASAN

Mendidik anak adalah tugas dari orang tua, dan mendidik anak bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam mendidik anak untuk disiplin, banyak sekali orang tua yang dalam menanamkan disiplin kepada anak dilakukan dengan segala cara yang salah satunya dengan tindak kekerasan, seperti memukul, keplak, jewer, dan sebagainya. Nah, berangkat dari sana sekedar berbagi ilmu. tentang tips cara bagaimana cara untuk mendisiplinkan anak dengan tanpa tindak kekerasan, sebab pada era sekarang ini sudah bukan saatnya menyelesaikan permasalahan dengan kekerasan.

Silahkan disimak dengan cermat bagaimana cara agar bisa mendidik anak untuk disiplin tanpa dengan tindak kekerasan.


Biasanya orangtua mudah membentuk kasar, atau memukul apabila anaknya tidak mau mendengar perintah orangtuanya yang telah dikatakannya berkali-kali. Dalam situasi demikian anda dapat berlutut agar sama tinggi dengan anak, pegang pundaknya, serta tatap matanya sambil secara halus tetapi tegas dan dengan kalimat pendek sambil berkata: misalnya, “Mama ingin kamu mandi sekarang juga.”

Apabila anda sedang marah, ingin meledak dan memukul anak anda, tahan dan tarik nafas, serta masuk ke kamar terlebih dahulu. Anda dapat berwudhu, berzikir atau dengan cara apa saja yang dapat menenangkan diri. Setelah anda tenang, biasanya anda akan mepunyai solusi yang lebih baik untuk menghadapi anak anda. Kemudian diskusikan dengan anak anda mengapa perbuatannya salah, dan minta anak untuk menyadari bahwa dirinya telah melakukan kesalahan.

Apabila anak melanggar peraturan, beritahu anak bahwa perbuatannya salah, dan berikan tugas tambahan sebagai konsekuensinya. Misalnya, membersihkan kamar mandi, menyapu halaman, mencuci mobil dan sebagainya. Anak perlu mengetahui bahwa segala perbuatan yang melanggar aturan, pasti ada konsekuensinya.

Berikan anak pilihan sebagai konsekuensi perbuatannya yang salah. Apabila anak terus membuat keributan dengan memukul kaleng dengan sendok, padahal anda sedang pusing, tanyakan pada anak:” Mama sedang pusing, apakah kamu bisa stop memukul kaleng itu, atau kamu harus keluar dan bermain di halaman?. Apabila anak terus memukul kaleng tersebut, maka dengan halus tetapi tegas, gandeng ia keluar rumah. Jadi, anda tidak perlu membentak atau memukul anak.

Sering terjadi orangtua mudah terpicu kemarahannya atau ingin memukul ketika anaknya melawan, atau menjawab balik perkataan orangtuanya secara kasar. Dalam situasi seperti ini sebaiknya orangtua cepat pergi ke ruangan lain, dan secara kalem bilang, “Kamu boleh ketuk pintu kamar mama apabila kamu sudah siap untuk meminta maaf atas kata-kata kamu yang tidak sopan terhadap mama tadi”. Jangan dekati anak sebelum anak meminta maaf. Cara ini akan membuat anak berpikir ulang atas perbuatannya, dan membuat merasa bersalah, dan meminta maaf.

Seringkali orangtua menyuruh anak secara tiba-tiba padahal anak sedang asyik dengan kegiatannya. Biasanya anak akan menolak dan merengek ketika disuruh, yang dapat memicu kemarahan orangtuanya. Sebaiknya orangtua memberikan tenggat waktu, sehingga anak akan lebih siap menerima perintah.

Anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan senang mencoba hal-hal yang baru. Misal Andi berumur 3 tahun sedang melempar semua barang yang ada di atas meja, buku, pensil, kertas dll ke lantai. Ketika ibunya melihat, ia memukul tangannya dan mengatakan nakal. Andi bingung karena ia merasa mendapatkan ilmu baru bahwa benda yang ia lempar jatuhnya ke bawah. Maka ubahlah persepsi anda bahwa anak anda tersebut nakal tetapi sebaliknya anak kreatif yang rasa ingin tahunya besar.

Orangtua yang terlalu sibuk dan lelah, biasanya akan lebih mudah marah dan memukul anaknya. Para ibu yang habis waktunya untuk mengurus rumah tangga sering merasa lelah fisik dan mental. Oleh karena itu penting sekali mencari waktu untuk diri sendiri misalnya membaca, olah raga, menonton film atau berdoa.

(Sumber : Buku Mari Kita Hentikan Kekerasan Terhadap Anak - Indonesia Heritage Foundation)

selamat mencoba tips untuk mendisiplinkan anak tanpa dengan tindak kekerasan, semoga bisa bermanfaat dan menjadikan keluarga bahagia.

Renungkanlah :

Jika anak di besarkan dengan celaan, ia akan belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia akan belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia akan belajar rendah diri.

Berikan dorongan, ia akan belajar percaya diri.

Berikan pujian ia akan belajar menghargai.

Berikan rasa aman ia akan belajar menaruh kepercayaan.

Berikan kasih sayang dan persahabatan, ia akan belajar menemukan cinta dalam kehidupan.


Like This Article ?

1 comment:

  1. Bicara tentang mengantri di Indonesia masih sangat sulit didisiplinkan, sehingga diperlukan alat atau pembatas antrian sehingga tidak melebar dan tidak terkendali.
    Kami siap membantu anda dalam memenuhi kebutuhan tiang antrian, silahkan cek Koleksi Tiang Antrian Murah

    ReplyDelete

Powered by Blogger.
 
 
Copyright © 2013 UPIPA GOW WONOSOBO - All Rights Reserved
Design By QVAA VEER KHAN - Powered By Blogger